
BeritaHangat - Terkait pembunuhan SPG kerawang yang di mutilasi oleh sang suami dan di bakar beberapa waktu yang lalu, kini masih dalam penyelidikan oleh pihak polisi. Dan kini polisi masih dalam tahap penyelidikan tentang motif tersangka M Kholili alias Entong (23), tersangka mengaku ia sakit hati lantaran sang istri selalu memaksa untuk di belikan mobil, dan selain itu korban juga sering menghina orang tua tersangka. Dan ternyata ada dugaan lain yang di temukan dalam penyelidikan.
Kaporles Karawang AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan bahwa pernyataan tersangka itu di duga hanya rekayasanya. "Ya, mungkin, bikin-bikinan pelaku iya," ujar Hendy saat di wawancarai.
Menurut mantan penyidik KPK ini, titik terang motif pembunuhan itu terungkap setelah ditemukannya lembaran surat di kontrakan korban saat olah TKP. Isinya bertuliskan keluhan sang istri yang sudah tidak tahan dengan kelakuan suaminya.
"Suaminya berarti memang enggak beres," jelas dia.
Secara singkat, korban menuliskan bahwa dia malu punya suami yang lebih suka kelayapan menemui orang lain ketimbang pulang ke rumah dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Oleh sebab itu, dia bermaksud pamit pulang ke kampung halamannya di Pati, Jawa Tengah.
"Dari surat itu, sifat kamu enggak cocok dengan sifat aku," Hendy menandaskan.

Surat Ini di temukan saat pengeledahan kontrakan suami-istri, surat tersebut di temukan di bawah rak tv di kediaman mereka di Dusun Sukamulya, RT 005 RW 002, Desa PInayungan, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang.
Surat tersebut terselip dengan dokumen lain nya yang di simpan oleh korban. Isi surat tersebut tidaklah terlalu panjang, isi nya tentang keluhan korban yang ingin pulang kampung.
"Pengen pulang ke rumah tapi malu sama keluarga, malu juga sama tetangga. Punya suami tapi gak tinggal bareng pikirannya pasti banyak yg negatif."
"Yah, bunda pamit aja ya.. uda capek ngadepin sifat kamu, kamu lebih sayang mereka ketimbang aku." isi surat tersebut saat ditemukan.
Hendy mengatakan, Kholil berhasil di tangkap setalah ia melapor bahwa ia kehilangan istrinya . Ternyata, itu hanya alibi. Pihak polisi yang mendapat keterangan ini tidak begitu percaya atas laporan Kholil tersebut.
Berikut kronologi terbongkarnya kasus mutilasi dan pembakaran Siti Saidah, sales properti perusahaan swasta tersebut.
Kepala Satuan Reserse Polres Karawang, menngatakan sempat ada percekcoan rumah tangga antara korban dengan tersangka, 4 Desember malam.
"Sempat perjadi pertengkaran antara mereka, motif nya karena sakit hati, korabn yang selalu menyebut orangtua dia (tersangka)" kata kasat Reskrim Polres Karawang.

Pertengkaran tersulut karena persoalan tuntutan hidup. Saat itu, kata Maradona, korban yang bekerja sebagai sales promotion girl atau SPG sebuah perusahaan properti, meminta suaminya yang merupakan petugas kebersihan itu membelikan mobil.
"Caranya beli mobil, jual motor. Tapi suaminya ini tidak menyanggupi. Bertengkarlah, sampai ke masalah susu anak dan merembet ke orangtua," kata Maradona.
Cekcok tersebut berujung pada penganiayaan. Kholili memukul leher korban dan mengakibatkan Siti tersungkur. Kholili lalu mengecek denyut dan menyadari istrinya sudah meninggal dunia.
"Dia bingung, baru keesokan harinya dia mempunyai rencana menghilangkan jejak," kata Maradona.
Selasa, 5 Desember 2017, tersangka berbelanja peralatan untuk memutilasi korban. Tersangka gelap mata memotong beberapa bagian tubuh korban dan membuangnya di beberapa wilayah.
"Kepala dan kedua kaki korban dibuang di tiga tempat yang tak berjauhan, yakni di wilayah Curug Cigentis, Loji, dan Pangkalan, Karawang," kata Maradona.
Potongan tubuh berupa kepala dan kaki ditemukan di sebuah kawasan air terjun di Kampung Loji, Kecamatan Tegalwaru, perbatasan Karawang dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Sementara tubuhnya ditemukan di Desa Ciranggon, Kecamatan Majalaya, Karawang, Kamis, 7 Desember 2017, sekitar pukul 15.00 WIB. Selain ditemukan termutilasi, tubuh korban dalam kondisi hangus dibakar.
"Motif tersangka (mutilasi dan bakar) untuk menghilangkan jejak," ungkap Maradona.
Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:
No comments:
Post a Comment