• Breaking News

    Thursday, December 21, 2017

    Berita Hangat - Putus Kuliah Demi Urus Keluarga

    Berita Hangat - Putus Kuliah Demi Urus Keluarga

    BeritaHangat - Muhammad Izhak seorang pemuda pintar ini harus meredam cita-citanya menjadi sarjana Teknik Kimia, Institut Teknologi Bandung (ITB). Izhak harus pulang ke kampungnya Desa Pasang, Matalaki, Polewali Mandar, Sulawesi Barat untuk merawat ke-sembilan adiknya.

    Keputusan yang berat ini ia ambil setelah ia kehilangan kedua orang tuanya. Sang Ibu meninggal akibat tumor derektum pada Febuari 2017, dan sementara ayah nya juga baru meninggalkan mereka akibat mengidap TBC, meninggal pada November 2017 yang lalu.

    Berita Hangat - Putus Kuliah Demi Urus Keluarga

    Kondisinya saat ini, harus berkerja keras untuk menhidupi ke 9 adiknya, dan salah satu nya bekerja sebagai pembuat gula aren untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, kebutuhan sehari hari, hingga biaya adiknya sekolah. Sementara itu, ia meredam cita-citanya untuk memjado seorang sarjana dan berkuliah di ITB.

    Izhak merupakan sulung dari 10 bersaudara. Dia pun berperan sebagai ayah sekaligus ibu bagi adik-adiknya yang membutuhkan perhatian. Setiap pagi, Izhak sudah sibuk mempersiapkan kebutuhan seluruh adik-adiknya yang hendak pergi ke sekolah. Mulai dari memandikan mereka sampai menyiapkan sarapan.

    "Adiknya itu ada yang masih kelas 2 SMP, kelas 1 SMP, kelas 6 SD, bahkan ada yang masih TK. Dan yang paling kecil itu masih usia 19 bulan, saya tidak hapal semua. Yang jelas pagi-pagi dia urus semua adiknya sebelum berangkat sekolah, termasuk urus makannya mereka," kata April Myathi, salah seorang anggota Gerakan Peduli Sosial Polewali Mandar saat di wawancari, Jumat 15 Desember 2017.

    Berita Hangat - Putus Kuliah Demi Urus Keluarga


    Rumahnya saja, ujar April, sudah lapuk dan nyaris tidak layak untuk dihuni. Kehidupan yang dijalani oleh mantan mahasiswa Jurusan Teknik Kimia di ITB itu benar-benar perlu diperhatikan.

    Untuk mencukupi kebutuhan adik-adiknya, Izhak sehari-hari mengandalkan usahanya. Dia membuat gula aren yang kemudian menjualnya ke pasar. Selain itu, dia juga sibuk merawat dua ekor sapi peninggalan ayahnya.

    "Per empat hari dia bisa bikin 20 sampai 30 bungkus gula merah (gula aren), per bungkusnya itu dijual Rp 6 ribu. Ada juga sapi dia rawat peninggalan dari bapaknya," ujar April Myathi, salah seorang anggota Gerakan Peduli Sosial Polewali Mandar kepada awak berita, Jumat, 15 Desember 2017.


    Sang adik kedua, Aslan, setia membantu Izhak untuk membuat gula aren tersebut. Aslan (19) ikut menyokong kegiatan sang kakak mulai dari mencari dan mengolah nira enau hingga menjadi gula aren.

    No comments:

    Post a Comment